Selasa, 28 Agustus 2018

Cara menguji emas asli atau palsu


Mengecek keaslian emasMengetahui perbedaan antara emas asli atau emas palsu merupakan hal yang perlu diketahui bagi setiap orang yang ingin melakukan investasi emas atau sekedar untuk digunakan sebagai perhiasan. Jangan sampai emas yang kita miliki adalah emas palsu. Emas palsu adalah emas dengan kadar yang sangat rendah, semisal kadar emas tersebut 10 karat atau kurang dari itu. Kita pasti ingin tahu apakah emas yang akan kita beli atau emas yang sudah kita miliki adalah emas asli atau bukan? Sebagai tips awal, Luvizhea.com sarankan untuk Anda yang ingin berinvestasi emas yaitu pastikan Anda membeli di toko-toko emas yang memiliki sertifikasi, misalkan di Indonesia, keabsahan emas bisa dilihat dari sertifikat yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang, Tbk (ANTAM). Dengan sertifikasi tersebut paling tidak kita sudah mendapat garansi awal bahwa emas yang kita beli benar-benar asli sesuai spesifikasi yang ada di sertifikat. Jika tidak memiliki surat ini, maka Anda perlu berhati-hati karena memungkinkan jika emas yang Anda beli itu palsu.
Untuk menguji apakah emas asli atau emas palsu dapat meminta bantuan ahli perhiasan untuk menguji emas dengan menggunakan peralatan X-Ray Fluorescence (XRF) dan Inductivity Couple Plasma Optical Emission Spectrometer (ICP-OES), cara ini adalah cara yang paling cepat, paling aman dan paling mudah untuk menguji keaslian emas. Cara ini tidak menyebabkan emas mengalami kerusakan, namun memerlukan biaya. Alat pengetesan emas seperti ini juga sering ditemukan di toko emas dan pegadaian, Anda bisa mengeceknya di sana dengan membayar sejumlah uang. Tidak ada ruginya mengeluarkan sedikit uang demi mengetahui keaslian emas.
Apabila Anda ingin memeriksa apakah emas itu Asli atau palsu tanpa harus mengeluarkan biaya, berikut Luvizhea.com berikan beberapa cara yang umum dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri emas itu asli atau palsu atau berkarat rendah yang bisa Anda lakukan sendiri dirumah.
Lihat ciri-ciri emas secara visual
Cara paling mudah yang untuk memeriksa apakah sebuah emas asli atau palsu adalah dengan melihat ciri-ciri visualnya. Amati tanda-tanda tertentu yang merupakan ciri emas murni. Biasanya dalam logam mulia atau perhiasan emas ada cap yang menandakan kadar emas, misal dalam fineness 1-999 atau 0.1-0.999 atau dalam karat 10K , 14K , 18K , 22K atau 24K. Jika tulisan terlalu kecil gunakan kaca pembesar untuk mempermudah pengamatan. Tetapi tidak semuanya memiliki cap, misal model-model lama. Dan emas palsu bisa jadi juga memiliki cap karat tersebut agar terlihat asli.
Cara kedua adalah cek perubahan warna. Gosok dengan jari pada bagian-bagian tertentu atau cari bagian yang kira-kira sering mendapat gesekan, misal sekitar tepi logam mulia atau koin emas. Emas palsu akan menampakkan warna logam lain yang berbeda di bawahnya sehingga terlihat warna emas tidak seragam dan bergradasi.
Cara ketiga Anda bisa melihat emas tersebut memiliki sifat lembut tetapi berat dengan kata lain meskipun lembut, emas asli memiliki bahan yang padat dan berat. Jika emas batangan atau koin terasa ringan, maka bisa saja emas itu palsu dan bila dijatuhkan emas palsu akan terdengar bunyi nyaring berbeda dengan emas asli yang akan terdengar lembut.
Pengujian emas dengan cara mencium dan menggigit
Emas yang asli jika dicium tidak berbau amis, selain itu jika Anda melihat di film-film ada orang menggigit emas atau atlit Olimpiade menggigit medali emas yang baru mereka peroleh, hal tersebut lazim dan bukan tanpa tujuan. Gigit emas Anda dengan tekanan yang sedang. Cek apakah emas tersebut terdapat bekas gigitan. Secara teori, jika emas asli maka akan menunjukkan bekas goresan gigi, bekas tersebut semakin dalam jika emasnya adalah murni 24 karat.
Cara mengigit ini tentu bukan tes yang direkomendasikan, karena selain bisa merusak gigi bisa merusak kondisi fisik dari emas tersebut. Dan tentu saja para pemalsu masih bisa menggunakan timah berlapis emas yang juga cukup “empuk” untuk digigit.
Pengujian emas dengan menggunakan magnet
Ini adalah tes yang mudah meski tidak menentukan pasti bahwa emas benar-benar asli, karena banyak logam lain juga yang non-magnetik yang bisa digunakan sebagai emas palsu. Minimal kita tahu bahwa emas kita bukan logam besi yang dilapisi emas. Gunakan sebuah magnet yang kua, pegang magnet dan arahkan pada emas. Emas bukanlah logam magnetik , sehingga jika emas yang kita uji tertarik ke magnet dan menempel bisa dipastikan bahwa emas tersebut palsu.
Pengujian emas dengan cara menggoreskannya pada keramik atau kertas
Ini juga salah satu cara mudah untuk mengetahui apakah emas asli atau palsu. Tetapi perlu diingat untuk menguji ini ada resiko logam mulia emas yang diuji akan tergores. Anda bisa memakai piring keramik polos atau keramik lantai. Setelah digosok jika terbentuk lapisan hitam maka itu adalah pirit yang dilapisi emas pada bagian atas atau hanya pirit dan sebaliknya jika setelah digosok terbentuk warna kuning maka itu adalah emas. Pirit adalah senyawaan dari besi dengan belerang dengan warna kuning serta memiliki kilau seperti emas, pirit memiliki rumus kimia FeS2.
Selain keramik, Anda bisa juga menggunakan kertas untuk menguji keaslian emas. Sebagai perbandingan, coba goreskan uang logam pada kertas, dengan uang logam yang digoreskan pada kertas akan meninggalkan goresan berwarna hitam, sedangkan jika emas itu asli maka tidak akan ada goresan sama sekali.
Uji densitas massa jenis emas
Sangat jarang logam dengan kepadatan (dentitas/massa jenis) melebihi kepadatan emas. Kepadatan emas murni 24K adalah sekitar 19,3 g/ml , jauh melebihi kebanyakan logam lainnya. Mengukur kepadatan emas adalah salah satu cara paling rumit dan paling presisi untuk mengetahui emas asli atau palsu. Sebagai aturan praktis, semakin tinggi kepadatan maka semakin murni emas.
  • Ukur berat emas dalam gram dengan timbangan digital yang presisi.
  • Isi sebuah gelas yang memiliki tanda ukuran milliliter (ml) dengan air secukupnya untuk merendam emas tersebut, Catat jumlah persis tingkat air sebelum emas direndam.
  • Letakkan emas pada gelas dengan menggantungnya menggunakan tali. Setelah emas direndam catat tingkat air yang baru, dan hitung perbedaan sebelum dan sesudah direndam dalam milliliter.
  • Gunakan rumus berikut untuk menghitung kepadatannya: kepadatan = massa / volume. Hasil mendekati angka 19 g/ml menunjukkan kadar emas asli.
  • Contoh perhitungan : Emas yang diuji memiliki berat 38g dan volume 2 mililiter (ml). Menggunakan rumus [massa] / [volume] maka 38/2 = hasilnya adalah 19 g/ml , yang sangat mendekati massa jenis emas.
  • Ingatlah bahwa kemurnian emas yang berbeda akan memiliki g / ml rasio yang berbeda : 14K = 12,9-14,6 g/ml, 18K kuning = 15,2-15,9 g/ml, 18K putih = 14,7-16,9 g/ml dan 22K = 17,7-17,8 g/ml.
Uji emas dengan Nitric Acid
Istilah lainnya adalah “tes asam” dan merupakan cara yang cukup bagus untuk menguji keaslian emas. Tetapi tes ini memiliki resiko keselamatan dengan cairan asam, jadi harus berhati-hati sekali, Asam yang digunakan untuk melakukan pengujian ini merupakan bahan kimia yang berbahaya, karena dapat menyebabkan luka bakar. Jika tidak untuk bisnis, sebaiknya tes asam ini diserahkan ke toko perhiasan emas saja. Berikut langkah-langkahnya :
  • Letakkan emas pada wadah stainless steel
  • Beri satu tetes asam nitrat pada emas dan perhatikan reaksi yang dihasilkan
  • Reaksi warna hijau menunjukkan logam besi berlapis emas
  • Reaksi emas menunjukkan logam kuningan berlapis emas
  • Reaksi warna susu menunjukkan logam perak berlapis emas
  • Jika tidak ada reaksi kemungkinan besar adalah emas asli